Sejarah Program Studi Peminatan Ilmu Bedah Digestif
Di Indonesia, Disiplin Ilmu Bedah Digestif Indonesia telah dimulai sejak tahun 1979. Program Studi Ilmu Bedah Subspesialis Bedah Digestif dahulu dilaksanakan dengan model magang, dimulai tahun 1980 dengan pusat magang di bagian ilmu bedah Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta (RSCM) – FK UI, Rumah Sakit Hasan Sadikin FK UNPAD dan Rumah Sakit Dr. Soetomo – FK UNAIR. Pada tahun 1998, resmi didirikan Kolegium Ilmu Bedah Digestif Indonesia, yang berperan dalam menjaga mutu melalui pengembangan standar kompetensi, kurikulum dan evaluasi akhir secara nasional bagi calon Program Studi Ilmu Bedah Subspesialis Bedah Digestif.
Departemen Ilmu Bedah FK UH mulai menerima residen pada tahun 1962, salah satunya dalah Prof. Dr. dr. John Pieter, Sp.B, Subsp.BD(K), FICS, yang kemudian melanjutkan pendidikan di bedah digestif dan bedah onkologi dan menjadi pelopor terbentuknya Divisi Bedah Digestif FK UH. Pada tahun 1978, Bagian Bedah Digestif memiliki tambahan staf dr. Tajuddin Tjambolang, Sp.B, Subsp.BD(K) dan dr. Farid W. Husain, Sp.B, Subsp.BD(K). Seiring waktu berjalan, bergabung dr. Murny Abdul Rauf, Sp.B, Subsp.BD(K) dan dr. Sulaihi, Sp.B, Subsp.BD(K) yang baru menyelesaikan pendidikan formal bedah digestif berbasis kolegium. Pada tahun 2002, kedua staf ini kemudian merintis terbentuknya Program Studi Ilmu Bedah Subspesialis Bedah Digestif FK UH di bawah naungan Kolegium Ilmu Bedah Digestif Indonesia. Peserta didik yang pertama diterima adalah Dr. dr. Ronald Erasio Lusikooy, Sp.B, Subsp.BD(K), yang kemudian bergabung menjadi staf pengajar. Pada tahun 2003, Dr. dr. Ibrahim Labeda, Sp.B, Subsp.BD(K) mulai menjalani pendidikan dan bergabung sebagai staf pengajar. Dua tahun setelahnya, Dr. dr. Warsinggih, Sp.B, Subsp.BD(K) mulai mejalani pendidikan dan bergabung sebagai staf pengajar setelah menyelesaikan pendidikan.
Adapun peserta didik yang bergabung sebagai staf pengajar terdapat dr. Mappincara, Sp.B, Subsp.BD(K) sebagai lulusan ke-8, dr. Samuel Sampetoding, Sp.B, Subsp.BD(K), MAS sebagai lulusan ke-14, dan dr. M. Iwan Dani, Sp.B, Subsp.BD(K) sebagai lulusan ke-17. Tiga tahun kemudian, Program Studi Ilmu Bedah Subspesialis Bedah Digestif FK UH kembali menambah staf muda baru yaitu dr. M. Ihwan Kusuma, Sp.B, Subsp.BD(K), dr. Julianus Aboyaman Uwuratuw, Sp.B, Subsp.BD(K) dan dr. Erwin Syarifuddin, Sp.B, Subsp.BD(K). Program Studi Ilmu Bedah Subspesialis Bedah Digestif FK UH terus berjalan secara berkesinambungan sampai saat ini. Pada tahun 2021, telah terdapat 41 lulusan Dokter Subspesialis Bedah Digestif FK UH, dengan proporsi 93% pria dan 7% wanita.
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan pendidikan Bedah Digestif, maka pada tanggal 4 Juli 2008 dibuat kesepakatan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan Kolegium Ilmu Bedah Digestif Indonesia dalam bidang Pendidikan Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif. Kesepakatan tersebut diteruskan berupa surat kepada Rektor oleh Dekan Fakultas Kedokteran UH tertanggal 7 Oktober 2008 perihal Penerbitan SK Rektor tentang Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Bedah Subspesialis Bedah Digestif . Pada tanggal 20 Nopember 2008, Dekan Fakultas Kedokteran UH mengeluarkan surat keputusan tentang Tim Kajian Analisis Pembentukan Program studi Dokter Bedah Digestif FK UH dan akhirnya tanggal 11 Desember 2008, terbitlah Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin No.3685/H4/0/2008 tentang Pembentukan Program Studi Ilmu Bedah Subspesialis Bedah Digestif pada Bagian Ilmu Bedah FK UH.